Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 November 2013

Umar Kayam (Luar Dalam): Ashadi Siregar dan Faruk HT



Judul: Umar Kayam (Luar Dalam)
Penyunting: Ashadi Siregar dan Faruk HT
Penerbit: Yayasan Seribu Kunang-kunang dan Pinus
Cetakan II: 2005
Kategori: Biografi & Esai
Tebal: 290 hlm.
Kondisi: Baru
Harga: 35.000

Buku versi Yayasan Seribu Kunang-Kunang ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi sisi yang belum diungkapkan dari kedirian Umar Kayam. Harapan dari buku ini masyarakat dapat mengapresiasi makna kehadiran Umar Kayam, selain melalui teks yang dihasilkannya, juga interaksinya yang signifikan dalam kehidupan di ruang publik. Dengan demikian masyarakat dapat memperoleh gambaran apa, bagaimana, dan di mana posisi Umar Kayam sesungguhnya dalam kehidupan estetik, akademik, dan publik (ekonomi-politik). Selain itu, buku ini juga berusaha melihat kedirian Umar Kayam dalam keberangkatannya dari privatnya.

(Nirwan Dewanto, Sapardi Djoko Damono, Jennifer Lindsay, Ahmad Nashih Luthfi,Mustofa W Hasyim, Bakdi Soemanto, Faruk HT, Daniel Lev, Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo, Miko Kato, Veven SP. Wardhana, Darmanto Jatman, Yus Kayam, Wulan Anggraini, Umar Suwito, Tinuk R. Yampolsky)

Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah: Michael H. Hart



Judul: Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Penulis: Michael H. Hart
Penerbit: Pustaka Jaya
Cetakan VIII: 1986
Kategori: Sejarah & Biografi
Kondisi: Stok Lama Bagus (Hard cover)
Harga: 50.000

Siapakah yang paling berpengaruh dalam sejarah? Hart menyusun daftar urut (ranking) seratus tokoh dengan argumen yang meyakinkan, tapi juga mengundang perdebatan.

Apa alasan Hart menempatkan Nabi Muhammad pada ranking pertama? Mengapa pula Nabi Isa menempati ranking ke-3, sedangkan Isaac Newton ranking ke-2? John F. Kennedy termasuk ke dalam seratus tokoh, tapi mengapa Mahatma Gandhi tidak? Siapa yang lebih be
rpengaruh, Karl Marx atau Kong Hu-cu? ‘Umar bin Khattab atau Alexander yang Agung?

Seratus Tokoh penuh dengan argumentasi, penuh pula dengan humor, diterjemahkan dengan gaya kocak Mahbub Djunaidi.

Dan inilah antara lain pendapat pers:

Keseratus bahasan riwayat hidup ini mudah dicerna, singkat-padat dan tajam; sedang bukunya sendiri akan merupakan tambahan yang berharga bagi lemari referensi pembaca.—Roger Bonham, dalam Columbus Dispatch.

Cara Hart menempatkan kedudukan seseorang tampaknya seperti keterlaluan bagi sementara orang…, tapi buku ini merangsang pikiran dan sangat mengasyikkan. –Douglas Cox, dalam Los Angeles Times.

Buku Hart, di samping merupakan rangkuman sejarah dunia yang bermanfaat, juga merupakan sumber perdebatan sengit yang tak akan ada habisnya. –Detroit Free Press

Sjamaun Gharu: Ramadan KH. dan Hamid Jabbar



Judul: Sjamaun Gharu
Penulis: Ramadan KH. dan Hamid Jabbar
Penerbit: Sinar Harapan
Cetakan I: 1995
Kategori: Biografi
Kondisi: Stok Lama (cukup)
Harga: 35.000

Sejarah perjuangan dan pengabdian Birgjen (Purn) Sjamaun Gaharu kepada angsa dan negara, membuktikan bahwa Brigjen (Purn) Sjamaun Gaharu adalah seorang yang senantiasa setia, konsisten dan konsekuen pada garis perjuangan nasional, berjuang bersama-sama masyarakat Aceh untuk mempertahankan kedaulatan bangsa/negara Indonesia pada umumnya, dan wilayah Aceh khususnya dari kaum penjajah, sehingga wilayah Aceh di masa perang kemerdekaan adalah satu-satunya propinsi Republik Indonesia yang masih utuh, dan tidak diduduki Belanda. Hal itulah yang selanjutnya kita kenal dengan sebutan Aceh sebagai ‘Daerah Modal’. Di samping itu Brigjen (Purn) Sjamaun Gaharu adalah prajurit sejati yang tetap setia kepada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta memiliki kualitas profesionalisme yang tinggi di bidang kemiliteran, sehingga dipercaya oleh pemimpin ABRI untuk menjabat sebagai Pangdam I Iskandar Muda yang pertama. –Mayjen Arie J. Kumaat

Selasa, 10 September 2013

Ulama Negosiator Pesantren (Teladan dan Pengalaman Hidup KH. Moh. Tidjani Djauhari, MA): Iwan Kuswandi

Judul: Ulama Negosiator Pesantren (Teladan dan Pengalaman Hidup KH. Moh. Tidjani Djauhari, MA)
Penulis                                 : Iwan Kuswandi
Kategori                               : Biografi
Penerbit/Tahun                  : Pondok Mas Publishing
Harga                                   : 35.000



Sebagai seorang tokoh nasional dengan pengalaman internasional serta pengetahuan daerah asalnya Madura sampai ke pelosok-pelosoknya, Kiai Tidjani mengetahui apa yang diperlukan untuk menyalurkan kegelisahan serta aspirasi pemuda Islam di Indonesia modern baik secara sekuler maupun secara keagamaan. Dalam gagasan dan kegiatannya, beliau mengetahui bagaimana menghubungkan komunitas lokal dengan masyarakat secara luas antara yang sekuler dengan rohaniah, Islam tradisional dengan Islam modern. Pada tahun 1960, Greetz meragukan seandainya para kiai akan mampu melanjutkan peran penengah mereka di masa depan. Saya tidak bermaksud menggebyah-uyah tentang hal ini, tetapi Kiai Tidjani telah menunjukkan bahwa beliau baik di pesantren maupun di dunia di luarnya telah berjalan berdampingan. Beliau memang dapat disebut Ulama Negosiator Pesantren. –Prof. Dr. Huub de Jonge, Antropolog Madura asal Belanda