Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 November 2013

Lembah Kekal Euwige Vallei: Sitor Situmorang



Judul: Lembah Kekal Euwige Vallei
Penulis: Sitor Situmorang
Penerbit: Komunitas Bambu
Kategori: Puisi Dua Bahasa
Kondisi: Baru
Harga: 55.000

Sitor Situmorang, penyair utama Indonesia kelahiran Tanah Batak 2 Oktober 1924. Sejak sekolah dasar telah meninggalkan tanah kelahirannya, mengelana ke berbagai wilayah dan lingkungan budaya dunia. Puisi-puisi Sitor yang banyak mengambil ilham dari penjelajahan ulang aliknya, oleh banyak pengamat disebut sebagai tonggak yang mewakili perkembangan baru puisi Indonesia. Kini ia telah berumur. Tapi di dalam puisi-puisinya masih saja masih saja bisa ditemui kesegaran dirinya sebagai pencerita yang ulung dengan kemampuan puitik yang memuaskan dari segi penikmatan bahasa, juga kekayaan batin dari pemikiran-pemikirannya.

Kamis, 21 November 2013

Orang-orang Tercinta: Kahlil Gibran



Judul: Orang-orang Tercinta
Penulis: Kahlil Gibran
Penerbit: Bentang
Cetakan V: 2000
Tebal: 137 hlm.
Kondisi: Bekas (cukup)
Harga: 20.000

KAHLIL GIBRAN lahir di Beshari, Lebanon 1833. Pada usia 10 tahun ia berimigrasi ke Amerika bersama ibu dan kedua adik perempuannya. Sempat kembali ke tanah kelahirannya selama tiga tahun untuk memperdalam bahasa Arab, Kahlil Gibran menghabiskan masa remaja bersama seniman bohemian di Boston. Ia juga pernah tinggal di Paris selama setahun untuk berguru seni rupa pada beberapa seniman Perancis. Pulang dari Paris ia pindah ke New York dan menetap di kota ini sampai akhir hayat. Tulisan-tulisan Gibran dikenal luas karena cita rasa orientalnya yang eksotik, bahkan mistis. Dianggap sebagai penyair Arab perantauan terbesar. Karya-karyanya telah diterjemahkan ke lebih 20 bahasa. Kahlil Gibran meninggal di New York 1931, jenazahnya dimakamkan di Lebanon, tanah kelahirannya.

Senin, 21 Oktober 2013

Api Bawah Tanah: Raudal Tanjung Banua



Judul: Api Bawah Tanah
Penulis: Raudal Tanjung Banua
Penerbit: Akar Indonesia – Yogyakarta
Tahun: Oktober, 2013
Kategori: Puisi
Harga: 40.000

Setelah berusaha cukup lama menApi Bawah Tanah dibagi dalam tiga bagian. Bagian pertama merupakan puisi-puisi lepas yang saya tulis dalam berbagai peristiwa dan kesempatan sepanjang tahun 1999-2007. Meski temannya beragam, namun secara umum menurut hemat saya merupakan adukan yang personal dan yang sosial, atau sebaliknya. Ada pun bagian kedua merupakan sejumlah puisi naratif yang relatif panjang, meski ditulis dalam rentang waktu agak berjauhan (1999-2005) namun memiliki benang merah tematik dan gaya ungkap yang cukup dekat. Sedangkan bagian ketiga merupakan puisi yang saya tulis dua atau tiga tahun berselang (2008-2011), terutama dalam sejumlah lawatan atau perjalanan yang saya lakukan ke berbagai tempat.
cari format yang pas, akhirnya

Meskipun ketiga bagian tersebut ditetapkan, namun persepsi saya yang menyertainya bukan sesuatu yang mutlak untuk dimasuki atau diikuti oleh pembaca. Interpretasi jelas akan memberi landasan atau acuan yang akan memperkaya komunikasi. Akan tetapi, sebagai bagian dari dunia, saya juga percaya bahwa puisi punya batas-batas teritorialnya yang fana. Oleh karena itu, kiranya, interpretasi memiliki batasnya sendiri pula, yang terkatakan atau tidak terkatakan, diakui atau tidak diakui. Liminitas di sini tidak berarti membatasi kuasa tafsir, melainkan menempatkan perangkat dan potensi tafsir pada posisinya yang tepat.

… puisi, menurut saya, idealnya perlu memiliki rujukan yang jelas (pada akhirnya visi yang jelas) sehingga kuasa tafsir juga mesti bekerja dengan jelas. Ini prinsip… yang saya yakini sehubungan dengan kehadiran dan pemaknaan puisi.

Puisi, menurut hemat saya, mesti membangun dirinya di atas berbagai tradisi yang menghidupi dan dihidupinya. Dan ini adalah prinsip saya … sehubungan dengan muatan misi puisi.

—Raudal Tanjung Banua, peraih penghargaan Sih Award 2005 dari Jurnal Puisi (untuk puisi “Pengakuan Si Malin Kundang”), Anugrah Sastra Horison 2005 (untuk cerpen Cerobong Tua Terus Mendera), 5 besar Khatulistiwa Literary Award 2005 (untuk buku Gugusan Mata Ibu-kategori puisi dan buku Parang Tak Berulu-kategori prosa) serta MASTERA 2007 (untuk buku Gugusan Mata Ibu) di Kualalumpur.

Sabtu, 12 Oktober 2013

Mazhab Kutub: Ahmad Muchlis Amrin, dkk


Judul                           : Mazhab Kutub
Penulis                        : Ahmad Muchlis Amrin, dkk
Penerbit/Tahun        : Pustaka Pujangga
Halaman                     : -
Kategori                     : Puisi
Harga                          : 10.000

Matroni El-Moezany –Ahmad Maltuf Syamsury – Ahmad Muchlish Amrin – Jufri Zaituna – Mahwi Air Tawar – Alfian Harfi – Muhammad Ali Faqih – Imam S Arizal – Selendang Sulaiman – Ala Roa – Muhammad Alif Mahmudi – AF Denar Deniar – Bernando J. Sudjibto – Salman Rusydie Anwar.

Dolanan: Abu Bakar


Judul: Dolanan
Penulis: Abu Bakar
Penerbit/Tahun: Frame Publishing
Kategori: Puisi
Harga: 20.000