Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 November 2013

Kisah Pekerja Keras (cerpen pemuda, perempuan, buruh, petani dan prajurit semasa revolusi kebudayaan di Cina)



Judul: Kisah Pekerja Keras (cerpen pemuda, perempuan, buruh, petani dan prajurit semasa revolusi kebudayaan di Cina)
Penerbit: Young Image Book
Kategori: Kumpulan Cerpen
Tebal: 220 hlm.
Kondisi: Baru
Harga: 17.500

Kumpulan cerpen yang tersaji di hadapan Anda ini, berkisah tentang kehidupan rakyat Cina pada masa awal pembangunan setelah proklamasi RRC tahun 1949, khususnya lagi di masa Lompatan Jauh ke depan pada pertengahan 1950-an hingga 1960-an. Maka kumpulan cerpen di sini bisa disebut sebagai pengikut alur Realis, Realisme Sosialis.

Memanjat Bukit Cahaya: Kuswaidi Syafi’ie



Judul: Memanjat Bukit Cahaya
Penyunting: Kuswaidi Syafi’ie
Penerbit: Fajar Pustaka
Cetakan I: 2000
Kategori: Cerpen
Tebal: 108 hlm.
Kondisi: Bekas (cukup)
Harga: 17.000

Kumpulan cerpen ini menggambarkan pergulatan seorang penulis yang memiliki visi dan imaji spiritual namun tetap ingin terlibat dalam persoalan-persoalan riel kehidupan. Di tengah hiruk-pikuk dan carut-marut kehidupan masyarakat modern yang rasional, materialis, hedonis dan sekular, spiritualitas menawarkan perspektif baru yang lebih mampu memberi arti.

Berlatar belakang pendidikan pesantren-tradisional dan kampus-modern, Kuswaidi mampu memainkan dengan manis nada-nada hikmah spiritual—terutama dari tradisi Sufi—dalam orkestra kehidupan anak manusia yang bergulat mencari makna.

Perjalanan Anak Bangsa



Judul: Perjalanan Anak Bangsa
Penyunting: Aswab Mahasin – Ismed Natsir – Thamrin Hamdan
Penerbit: LP3ES
Cetakan I: 1982
Kategori: Antologi 18 kisah nyata
Kondisi: Stok Lama (cukup)
Harga: 40.000

“Saya kira jarang terdapat di Indonesia suatu kumpulan pengungkapan jiwa dan pengalaman pribadi seperti yang sekarang terkumpul. Cerita-ceritanya sering sangat mengharukan. Bahkan saya hampir berani mengatakan bahwa hanya dengan beberapa pengecualian saja, berbagai karangan di sini lebih kuat dari banyak karangan sastra Indonesia modern. Biarpun gaya literairnya tidak tinggi, namun kemampuannya untuk menimbulkan rasa haru dan untuk menghanyutkan si pembaca ke dalam arus kejadian dan perasaan yang digambarkan, karangan-karangan itu merupaka–Soedjatmoko
n documente humaine.”

Kalimantang: Iman Budhi Santosa



Judul: Kalimantang
Penulis: Iman Budhi Santosa
Penerbit: Jendela
Cetakan I: 2003
Kategori: Cerpen
Kondisi: Baru
Harga: 25.000

Ketika orang sampai pada posisi ambang di mana segala nilai beterbangan (mengambang dan bertabrakan), sering kali menstimulir sikap perbuatan yang dilandasi pemikiran yang “jungkir balik”. Ketika posisi kita menjungkir melihat orang berdiri tegak (dengan kepala di atas), agaknya bisa saja kita berpikir bahwa yang tegak itulah yang menjungkir. Namun jika kita berani jujur dalam suasana jungkir balik itu tetap akan tampak semacam kalimantang yang memantulkan realitas tak terbantah: sebuah dunia bayang-bayang. –Iman Budhi Santosa.

Potret Iman Budhi Santosa sebagai pendukung/pembela, penjaga dan pengawal tradisi atau mainstream konvensi tampak dalam antologi yang didominasi cerpen-cerpen bercorak realis ini. Membaca cerpen-cerpen realis karya Iman kita seperti bersanding dengan seorang pencerita yang fasih menceritakan berbagai fenomena kehidupan. Sang pencerita itu sadar betul bahwa ia tidak akan menyiksa pembacanya dengan perumitan kisah yang gelap. Baginya tidak berlaku semboyan: “semakin karya seni susah dipahami maka mutu karya itu semakin tinggi”. Semboyan keblinger semacam itu hanya dimiliki penulis puber yang bersembunyi di balik kegelapan agar tidak dicap gagal. –Indra Tranggono

Bapak Presiden yang Terhormat: Agus Noor



Judul: Bapak Presiden yang Terhormat
Penulis: Agus Noor
Penerbit: Pustaka Pelajar
Cetakan I: 2000
Kategori: Cerpen
Kondisi: Bagus
Harga: 30.000

Cara berceritanya mengalir, enak, dengan penekanan pada narasi bergaya colloquialism, bergaya percakapan yang membuat cerpen-cerpennya menyajikan kepaduan-utuh, untuk menukik pada titik-api… --Bakdi Soemanto

Cerpen-cerpen Agus Noor memiliki kekhasan dalam bentuk pilihannya pada cerpen-cerpen absurd, di mana hampir keseluruhan cerpennya ditandai oleh pergulatan eksistensial dan absurdisme secara kuat dan mendasar… --Korrie Layun Rampan

Keberpihakan Agus Noor pada Wong Cilik dapat menjadi modal baginya untuk menampilkan kritik sosial… --Maman S. Mahayana

Lukisan Kaligrafi: A. Mustofa Bisri



Judul: Lukisan Kaligrafi
Penulis: A. Mustofa Bisri
Penerbit: Kompas
Kategori: Kumpulan Cerpen
Kondisi: Baru
Harga: 30.000
                 
“Kalau pengajian-pengajian itu jelas pengaruhnya pada jamaah si tidak masalah. Ini tidak. Pengajian-pengajian yang begitu intens dan begitu tinggi volumenya itu sepertinya hanya masuk kuping kanan dan langsung keluar lagi kuping —Amplop-amplop Abu-abu
kiri. Tak membekas. Buktinya mereka yang bakhil ya tetap bakhil; yang bebal terhadap penderitaan sesama juga tidak kunjung menjadi peka; yang suka menang-menangan ya tidak insyaf. Pendek kata seolah-olah kita tidak ada korelasi antara pengajian dengan mental mereka yang diberi pengajian”